Rehat Sejenak Dari Internet Marketing

Halo selamat datang 😀

Sepertinya saya mulai jenuh dengan internet marketing, terbukti hari kemarin sebelum tulisan ini di buat. Kepala saya susah untuk di ajak berfikir mengenai internet marketing, blas gak ada ide sama sekali.

Kebetulan sekarang hari minggu, makanya saya sempatkan bangun agak pagian jam 07.00 😁 mulai pegang cangkul dan menggarap tanah kosong di pinggir rumah. Dengan motivasi menjadi seorang harvestmoon real life 😂

Tentu bukan pekerjaan mudah untuk orang seperti saya, yang setiap hari memegang handphone jual sana sini. Bayangkan saja kamu gak pernah pegang cangkul dan aktifitas di bawah terik matahari, beuh kebayangkan bagaimana rasanya!.

Belajar Menjadi Petani

Memang saya terlahir dari orang tua dan kakek buyut sebagai seorang petani. Mungkin ini juga yang menjadi alasan saya begitu akrab dengan kegitan bertani.

Sejak kecil saya sudah di ajak ke sawah dan kebun untuk bercocok tanam, ya meskipun hanya sebagai ajang tempat bermain saya. Namun hal itu tidak membuat saya begitu paham betul tentang ilmu bercocok tanam.

Mulailah kembali bercocok tanam ketika sudah menjadi seorang bapak. Mungkin ini sebagai hobi yang murah meriah dengan modal pacul dan benih minta dari tetangga.

Bertani Bukan Sekedar Hobi

Bertani bukan sebagai hobi dan pekerjaan rutin saja namun bisa di jadikan sebuah bisnis yang menjanjikan, kalau kamu pernah jualan online maka saya yakin cocok tanam akan menjadi kegiatan yang menghasilkan dengan menjual ke konsumen akhir tanpa harus melalui beberapa tangan, yang mana mengurangi hasil keuntungan.

Dengan adanya internet pengolahan hasil panen juga bisa di jadikan sesuatu yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Saya yakin 😀

Saya mulai memahama ini secara tidak sengaja, ketika sedang mencangkul. Oh iya yah!!!. Maka saya akan menerapkan ilmu integrasi pertanian dan peternakan yang mana semua hasil limbah akan dikelola dan menjadi sesuatu yang menguntungkan tentunya mengurangi biaya.

Sekedar informasi, orang tua saya memiliki ayam petelur 200 ekor dan untuk sekarang limbah kotoran ayamnya belum dimanfaatkan hanya sekedar di kubur dengan timbunan tanah untuk mengurangi pencemaran udara, dengan bau tainya iyu yang kemana mana 😀

Jika saya memanfaatkan kotoran ayam sebagai pupuk kandang mungkin sedikit mengurangi pencemaran. Tapi tau gak kamu? Kalo kotoran ayam tidak bisa langsung di gunakan sebagai pupuk kandang, karena memiliki panas yang bisa membuat tanaman menjadi layu dan mati.

Dibutuhkan waktu yang lumayan lama untuk membuat pupuk kandang dengan kotoran ayam. Namun saya tidak menyerah begitu saja, ngapain nyerah kalau internet masih ON. Dan akhirnya saya bisa mengolah kotoran ayam sebagai media hidup magot BSF.

Saya tidak akan menjelaskan magot bsf di sini, karena belum expert dan mungkin akan di bahas pada tulisan berikutnya. Jadi pantengin terus blog ini, jang lupa subscribe dengan masukan email untk selalu update artikel ini. Gratis kok

Jadi saya mempunyai gambaran besar tentang pola atau alur tentang pertanian yang saya kerjakan ini. Dengan menngunakan sistem terintegrasi semua akan berjalan saling melengkapi tanpa harus merogoh uang lagi saat proses ini berjalan.

Kalau saat ini rencana saya akan menanam tumbuham kemagi, tanaman yang yang terkenal sebagai lalapan ini tidak memerlukan perawatan khusus dan mungkin tidak akan terlalu banyak menyita waktu saya untuk keseharian saya.

Cukup menyiraminya di pagi hari saja. Oh iya kepanjangan nih ceritanya, terimakasih yah kamu dah mau baca curhatan saya. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *