Pangandaran | Trip Wisata Premium Pangandaranku
Kembali ke Berita

4 Hari Blokade AS Terhadap Hormuz, Apa yang Terjadi di Selat Ini?

16 April 2026
VIDEO : GLOBAL
Thumbnail

Pangandaranku -

Pangandaranku.CO.ID, TEHERAN— Seiring dengan memasuki hari keempat blokade laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, Komando Pusat AS menegaskan pengetatan langkah-langkahnya, sementara Teheran mengancam akan mengganggu lalu lintas di Laut Merah. Meskipun beberapa kapal dagang tetap beroperasi dan sejumlah kecil kapal tanker berhasil melintasi selat, situasi secara umum masih diselimuti ketidakpastian dengan ratusan kapal tanker yang masih tertahan di perairan wilayah tersebut. Baca Juga Penulis Ungkap Kondisi Sebenarnya Trump yang Panik di Balik Layar Bukan Zamzam, Inilah Air Paling Utama yang Pernah Ada di Muka Bumi Menurut Ulama Eks Petinggi Militer Israel: Iran Siap Balas Dendam, Trump Kemungkinan Berkhianat Tinggalkan Kami Menurut laporan yang disusun oleh koresponden Aljazeera, Asma Muhammad, ada lebih dari 20 kapal dagang yang melintasi selat tersebut dalam waktu 24 jam, sejak blokade laut yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump terhadap Iran mulai berlaku, sementara lebih dari 800 kapal tanker masih tertahan di Teluk. Sementara itu, Bloomberg menegaskan bahwa 426 kapal tanker minyak mentah dan 19 kapal tanker gas alam cair tertahan di wilayah tersebut. Data dari Kepler, perusahaan yang berspesialisasi dalam pelacakan kapal, mengungkapkan adanya kasus-kasus penyeberangan di mana 3-4 kapal tanker yang terkait dengan Iran berhasil melintasi selat tersebut. Kapal Kristiana yang berbendera Liberia telah melintasi selat setelah membongkar muatan jagung di Pelabuhan Imam Khomeini setelah melewati Pulau Larak di Iran. Kapal Elips yang berbendera Komoro—yang juga terkena sanksi AS karena hubungannya dengan Iran—juga melintasi selat tersebut. Kapal ini terlihat di dekat Pulau Larak, mengangkut 31 ribu ton metanol, dan telah berangkat dari Pelabuhan Bushehr pada 31 Maret lalu. Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Pangandaranku Online (@Pangandarankuonline)

Pangandaranku.CO.ID, TEHERAN— Seiring dengan memasuki hari keempat blokade laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, Komando Pusat AS menegaskan pengetatan langkah-langkahnya, sementara Teheran mengancam akan mengganggu lalu lintas di Laut Merah.

Meskipun beberapa kapal dagang tetap beroperasi dan sejumlah kecil kapal tanker berhasil melintasi selat, situasi secara umum masih diselimuti ketidakpastian dengan ratusan kapal tanker yang masih tertahan di perairan wilayah tersebut. Baca Juga Penulis Ungkap Kondisi Sebenarnya Trump yang Panik di Balik Layar Bukan Zamzam, Inilah Air Paling Utama yang Pernah Ada di Muka Bumi Menurut Ulama Eks Petinggi Militer Israel: Iran Siap Balas Dendam, Trump Kemungkinan Berkhianat Tinggalkan Kami Menurut laporan yang disusun oleh koresponden Aljazeera, Asma Muhammad, ada lebih dari 20 kapal dagang yang melintasi selat tersebut dalam waktu 24 jam, sejak blokade laut yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump terhadap Iran mulai berlaku, sementara lebih dari 800 kapal tanker masih tertahan di Teluk. Sementara itu, Bloomberg menegaskan bahwa 426 kapal tanker minyak mentah dan 19 kapal tanker gas alam cair tertahan di wilayah tersebut. Data dari Kepler, perusahaan yang berspesialisasi dalam pelacakan kapal, mengungkapkan adanya kasus-kasus penyeberangan di mana 3-4 kapal tanker yang terkait dengan Iran berhasil melintasi selat tersebut. Kapal Kristiana yang berbendera Liberia telah melintasi selat setelah membongkar muatan jagung di Pelabuhan Imam Khomeini setelah melewati Pulau Larak di Iran. Kapal Elips yang berbendera Komoro—yang juga terkena sanksi AS karena hubungannya dengan Iran—juga melintasi selat tersebut. Kapal ini terlihat di dekat Pulau Larak, mengangkut 31 ribu ton metanol, dan telah berangkat dari Pelabuhan Bushehr pada 31 Maret lalu. Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Pangandaranku Online (@Pangandarankuonline)

Meskipun beberapa kapal dagang tetap beroperasi dan sejumlah kecil kapal tanker berhasil melintasi selat, situasi secara umum masih diselimuti ketidakpastian dengan ratusan kapal tanker yang masih tertahan di perairan wilayah tersebut.

Menurut laporan yang disusun oleh koresponden Aljazeera, Asma Muhammad, ada lebih dari 20 kapal dagang yang melintasi selat tersebut dalam waktu 24 jam, sejak blokade laut yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump terhadap Iran mulai berlaku, sementara lebih dari 800 kapal tanker masih tertahan di Teluk. Sementara itu, Bloomberg menegaskan bahwa 426 kapal tanker minyak mentah dan 19 kapal tanker gas alam cair tertahan di wilayah tersebut. Data dari Kepler, perusahaan yang berspesialisasi dalam pelacakan kapal, mengungkapkan adanya kasus-kasus penyeberangan di mana 3-4 kapal tanker yang terkait dengan Iran berhasil melintasi selat tersebut. Kapal Kristiana yang berbendera Liberia telah melintasi selat setelah membongkar muatan jagung di Pelabuhan Imam Khomeini setelah melewati Pulau Larak di Iran. Kapal Elips yang berbendera Komoro—yang juga terkena sanksi AS karena hubungannya dengan Iran—juga melintasi selat tersebut. Kapal ini terlihat di dekat Pulau Larak, mengangkut 31 ribu ton metanol, dan telah berangkat dari Pelabuhan Bushehr pada 31 Maret lalu. Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Pangandaranku Online (@Pangandarankuonline)

Menurut laporan yang disusun oleh koresponden Aljazeera, Asma Muhammad, ada lebih dari 20 kapal dagang yang melintasi selat tersebut dalam waktu 24 jam, sejak blokade laut yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump terhadap Iran mulai berlaku, sementara lebih dari 800 kapal tanker masih tertahan di Teluk.

Explore Pangandaran

Rencanakan Liburan
Ke Pangandaran?

Dapatkan paket wisata terbaik dengan harga spesial.

Rekomendasi Lainnya