Pangandaranku -
Jakarta, Menjelang datangnya bulan haji atau Idul Adha, umat Muslim kembali diingatkan tentang pentingnya ibadah qurban. Selain menjadi simbol ketaatan kepada Allah SWT, qurban juga memiliki nilai sosial yang besar karena dagingnya dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dalam salah satu ceramahnya, Buya Yahya menjelaskan bahwa ibadah qurban memiliki keutamaan yang sangat besar dan sebaiknya menjadi kebiasaan yang dilakukan secara rutin, bukan hanya sekali seumur hidup.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa qurban cukup dilakukan satu kali dalam hidup. Padahal, selama seseorang memiliki kemampuan, ibadah tersebut dianjurkan untuk dilakukan setiap tahun.
Buya Yahya menegaskan bahwa qurban merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang mampu secara finansial. Ia mengajak masyarakat untuk memahami bahwa qurban bukan ibadah yang hanya dilakukan sekali, melainkan dianjurkan berulang setiap tahun.
“Setiap bulan haji tiba maka qurban itu dianjurkan. Yang perlu kami sampaikan, qurban itu bukan seumur hidup sekal. Jadi qurban itu dianjurkan setiap tahun, seperti halnya haji waktunya setiap tahun,” jelas Buya Yahya yang dikutip dari YouTube pada Senin, 20 April 2026.
Ia menambahkan bahwa meskipun hukumnya sunnah, pahala qurban sangat besar di sisi Allah SWT. Bahkan, nilai ibadah qurban di bulan haji memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan kegiatan sosial lain yang dilakukan di luar waktu tersebut.
Lebih lanjut, Buya Yahya menjelaskan bahwa menyembelih hewan dan membagikannya kepada fakir miskin di luar bulan haji tetap merupakan amal yang baik. Namun, nilai pahalanya tidak dapat menyamai ibadah qurban yang dilakukan pada waktu yang telah ditentukan.
“Kalau hari ini kita menyembelih kambing kita bagi-bagi fakir miskin pahalanya gede, tapi tidak bisa mengalahkan qurban,” ujarnya.
Selain menekankan keutamaannya, Buya Yahya juga mengajak masyarakat untuk mulai membangun kebiasaan qurban dalam kehidupan keluarga dan lingkungan sekitar. Ia berharap tradisi qurban dapat menjadi budaya yang hidup di tengah masyarakat.
“Kita ingin budaya qurban itu betul-betul ada di rumah kita, di kampung kita,” katanya.