Pangandaranku -
Jakarta (Pangandaranku) - Hyundai dikabarkan menarik kembali (recall) hampir 5.000 kendaraan listrik di Australia akibat potensi gangguan pada sistem baterai yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.
Dilaporkan Drive pada Senin waktu setempat, penarikan ini diumumkan melalui otoritas setempat dan mencakup sejumlah model kendaraan listrik Hyundai yang dipasarkan dalam beberapa tahun terakhir di negara tersebut.
Sebanyak 4.888 unit kendaraan listrik (EV) Kona tahun 2018-2023 dan Ioniq tahun 2018-2022 dilaporkan mengalami potensi kerusakan pada perangkat lunak dalam Sistem Manajemen Baterai (BMS).
Dari kedua model tersebut, terdapat 3.478 unit Kona dan 1.402 unit Ioniq yang terpengaruh.
Masalah utama terletak pada battery management system (BMS) yang berpotensi mengalami kesalahan dan memicu korsleting listrik.
Kondisi tersebut dapat terjadi saat kendaraan sedang diisi daya maupun ketika dalam kondisi parkir.
Jika korsleting terjadi, terdapat risiko kebakaran yang dapat membahayakan penumpang, pengguna jalan lain, serta orang di sekitar kendaraan, termasuk potensi cedera serius hingga kematian.
Sebagai langkah penanganan, Hyundai akan menghubungi pemilik kendaraan yang terdampak untuk melakukan pemeriksaan di dealer resmi. Pemeriksaan ini mencakup diagnosis sistem dan pembaruan perangkat lunak, serta perbaikan komponen jika diperlukan tanpa biaya bagi konsumen.