Pangandaranku -
Beijing (Pangandaranku) - Investasi aset tetap China naik 1,7 persen secara tahunan pada kuartal pertama tahun 2026, membalikkan penurunan 3,8 persen yang tercatat untuk keseluruhan tahun lalu, menurut data resmi yang dirilis Kamis.
Biro Statistik Nasional (National Bureau of Statistics/NBS) China menyatakan, investasi tersebut mencapai 10,27 triliun yuan (satu yuan sekitar Rp2.513) atau sekitar 1,5 triliun dolar AS (satu dolar AS sekitar Rp17.141) pada periode ini.
Mao Shengyong, wakil kepala NBS, mengatakan bahwa karena 2026 menandai tahun pertama dalam periode Rencana Lima Tahun ke-15, China meningkatkan upaya untuk meluncurkan proyek-proyek utama dan menggenjot investasi dalam jenis infrastruktur baru, mendorong pertumbuhan investasi infrastruktur yang lebih cepat.
Menurut data NBS, investasi infrastruktur naik 8,9 persen (yoy) pada Q1, meningkat 8,3 poin persentase dari laju satu tahun penuh pada 2025.
Investasi manufaktur juga mencatatkan pemulihan yang stabil, didorong oleh percepatan peningkatan di industri tradisional serta pertumbuhan yang lebih kuat di sektor-sektor emerging, kata Mao. Pada Q1, investasi manufaktur meningkat 4,1 persen dari setahun sebelumnya, atau 3,5 poin persentase lebih cepat dibandingkan pertumbuhan sepanjang tahun 2025.
Industri-industri emerging seperti ekonomi ketinggian rendah, bersama dengan industri masa depan seperti kecerdasan berwujud (embodied intelligence) dan 6G, berkembang dengan laju yang lebih cepat dan secara bertahap menjadi pendorong baru pertumbuhan investasi, kata Mao.