Pangandaranku -
Jakarta (Pangandaranku) - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan bahwa politik luar negeri (polugri) bebas-aktif RI adalah yang membuat Indonesia dapat menjalin kerja sama intensif dengan berbagai negara.
Strategi polugri tersebut memungkinkan Presiden RI Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Rusia, kemudian Prancis, pada saat yang sama dengan kunjungan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin ke Amerika Serikat, kata Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang.
“Tujuan perjalanan presiden adalah cara-cara diplomasinya presiden sendiri untuk terus menyampaikan bahwa politik luar negeri bebas aktif Indonesia terus membuka dialog dengan semua mitra strategis,” ucap Jubir Kemlu RI ditemui usai taklimat media di Jakarta, Kamis.
Yvonne mengatakan bahwa kunjungan tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia dapat terus membuka ruang komunikasi terhadap semua mitra di tengah kondisi geopolitik yang dinamis seperti saat ini.
Di samping itu, lancarnya lawatan tersebut serta keberhasilan kunjungan membawa hasil konkret membuktikan bahwa Indonesia bisa diterima oleh semua negara kapanpun, kata Jubir Kemlu RI.
“Hal tersebut menunjukkan bahwa kita bisa diterima oleh siapapun dan kapanpun,” kata dia, sembari meminta supaya pendekatan tersebut tak perlu dipandang sebagai upaya RI "bermain di dua kaki".