Pangandaran | Trip Wisata Premium Pangandaranku
Kembali ke Berita

Kenaikan Biaya Pesawat Ditutup Pakai APBN atau Dana Haji? Menhaj: Keduanya Memungkinkan

16 April 2026
VIDEO : GLOBAL
Thumbnail

Pangandaranku -

Pangandaranku.CO.ID, JAKARTA –Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, M Irfan Yusuf menegaskan, tambahan biaya penerbangan haji sebesar Rp 1,77 triliun tidak akan dibebankan kepada jamaah. Pemerintah memastikan skema pembiayaan akan ditanggung negara, baik melalui APBN maupun dana haji yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Baca Juga Setelah Burung Gagak, Kini Puluhan Ribuan Lebah Mendadak Kepung Israel Selatan Ini Senjata Murah Hizbullah Seharga 500 Dolar AS yang Bikin Israel Ketakutan Bukan Zamzam, Inilah Air Paling Utama yang Pernah Ada di Muka Bumi Menurut Ulama “Sudah disepakati dengan teman-teman DPR RI bahwa biaya tambahan itu akan ditutup oleh pemerintah, tidak dibebankan kepada jamaah haji sesuai dengan perintah dari Presiden Prabowo Subianto,” ujar Irfan saat konferensi pers di Kantor Kemenhaj, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Saat ditanya terkait sumber anggaran, Irfan menyebut pemerintah masih mematangkan formulanya. Namun dia membuka kemungkinan penggunaan dua skema sekaligus. “Bisa memungkinkan dua-duanya, apakah itu APBN atau dana haji Indonesia bisa menjadi solusi,” kata menteri yang akrab dipanggil Gus Irfan ini. Sebelumnya, Gus Irfan mengungkapkan lonjakan biaya penerbangan haji akibat kenaikan harga avtur dan fluktuasi nilai tukar. Menurut Gus Irfan, sapaan akrabnya, tekanan biaya tersebut membuat maskapai mengajukan penyesuaian signifikan.  Ia mengatakan, Garuda Indonesia telah mengusulkan tambahan biaya sebesar Rp 974,8 miliar, sementara Saudi Airlines mengajukan Rp 802,8 miliar. Infografis Perbandingan Biaya Haji 2026 dengan 2025 -

Pangandaranku.CO.ID, JAKARTA –Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, M Irfan Yusuf menegaskan, tambahan biaya penerbangan haji sebesar Rp 1,77 triliun tidak akan dibebankan kepada jamaah.

Pemerintah memastikan skema pembiayaan akan ditanggung negara, baik melalui APBN maupun dana haji yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Baca Juga Setelah Burung Gagak, Kini Puluhan Ribuan Lebah Mendadak Kepung Israel Selatan Ini Senjata Murah Hizbullah Seharga 500 Dolar AS yang Bikin Israel Ketakutan Bukan Zamzam, Inilah Air Paling Utama yang Pernah Ada di Muka Bumi Menurut Ulama “Sudah disepakati dengan teman-teman DPR RI bahwa biaya tambahan itu akan ditutup oleh pemerintah, tidak dibebankan kepada jamaah haji sesuai dengan perintah dari Presiden Prabowo Subianto,” ujar Irfan saat konferensi pers di Kantor Kemenhaj, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Saat ditanya terkait sumber anggaran, Irfan menyebut pemerintah masih mematangkan formulanya. Namun dia membuka kemungkinan penggunaan dua skema sekaligus. “Bisa memungkinkan dua-duanya, apakah itu APBN atau dana haji Indonesia bisa menjadi solusi,” kata menteri yang akrab dipanggil Gus Irfan ini. Sebelumnya, Gus Irfan mengungkapkan lonjakan biaya penerbangan haji akibat kenaikan harga avtur dan fluktuasi nilai tukar. Menurut Gus Irfan, sapaan akrabnya, tekanan biaya tersebut membuat maskapai mengajukan penyesuaian signifikan.  Ia mengatakan, Garuda Indonesia telah mengusulkan tambahan biaya sebesar Rp 974,8 miliar, sementara Saudi Airlines mengajukan Rp 802,8 miliar. Infografis Perbandingan Biaya Haji 2026 dengan 2025 -

Pemerintah memastikan skema pembiayaan akan ditanggung negara, baik melalui APBN maupun dana haji yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

“Sudah disepakati dengan teman-teman DPR RI bahwa biaya tambahan itu akan ditutup oleh pemerintah, tidak dibebankan kepada jamaah haji sesuai dengan perintah dari Presiden Prabowo Subianto,” ujar Irfan saat konferensi pers di Kantor Kemenhaj, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Saat ditanya terkait sumber anggaran, Irfan menyebut pemerintah masih mematangkan formulanya. Namun dia membuka kemungkinan penggunaan dua skema sekaligus.

Explore Pangandaran

Rencanakan Liburan
Ke Pangandaran?

Dapatkan paket wisata terbaik dengan harga spesial.

Rekomendasi Lainnya