Pangandaranku -
Jakarta, Indonesia, (Pangandaranku/PRNewswire)- Masalah utang di Indonesia terus memburuk. Data OJK mencatat jumlah pinjaman yang menunggak menembus Rp100,69 triliun pada Februari 2026 seperti dilansir dari tempo.com.
Yang lebih mengkhawatirkan, banyak individu memiliki pinjaman aktif di lebih dari satu platform sekaligus. Tidak sedikit yang terjebak dalam siklus "gali lubang tutup lubang" meminjam dari satu pinjol untuk membayar utang di pinjol lain, yang justru memperbesar pokok utang karena bunga dan biaya admin terus bertumpuk.
Direktur CELIOS Bhima Yudhistira menilai kenaikan utang pinjol ini bukan sinyal positif, karena menunjukkan pendapatan masyarakat tak lagi cukup untuk kebutuhan sehari-hari seperti dilansir dari Detik Finance.
Di luar tekanan finansial, peminjam juga menghadapi tekanan psikologis: kecemasan menghadapi jatuh tempo, bunga yang terus berjalan, hingga ketakutan terhadap proses penagihan. Hal ini dapat mengikis fokus mental dan menurunkan produktivitas kerja.
Di tengah situasi ini, FLIN, sebuah perusahaan konsultan keuangan, membantu individu mengembalikan kendali atas kondisi finansial mereka melalui pendampingan konsolidasi utang lewat Program Dana Talangan. Konsepnya sederhana, FLIN memfasilitasi proses penggabungan seluruh utang dari kartu kredit, paylater (BNPL), pinjaman online, dan kredit tanpa agunan (KTA) menjadi satu cicilan yang lebih mudah dikelola.
Dengan menghubungkan klien ke mitra keuangan terpercaya berlisensi OJK, FLIN membantu mendapatkan tenor yang fleksibel, bunga yang lebih rendah, dan mengurangi cicilan bulanan hingga 70% dibandingkan total kewajiban sebelumnya, memberikan solusi nyata bagi karyawan. Perusahaan telah bersertifikasi ISO 27001 dan terdaftar resmi di KOMDIGI, memastikan proses yang aman dan transparan.