Pangandaranku -
Istanbul (Pangandaranku) - Menteri Luar Negeri Palestina Varsen Aghabekian pada Jumat mengatakan bahwa genosida yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza masih terus berlangsung, dengan kondisi kemanusiaan yang semakin memburuk dan membutuhkan tindakan internasional segera.
Berbicara dalam sebuah panel di Forum Diplomasi Antalya di Turkiye, Aghabekian menyatakan bahwa situasi di Gaza tetap berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan meskipun telah berlalu beberapa bulan sejak kesepakatan gencatan senjata.
"Hari ini kita berada lima bulan setelah penandatanganan perjanjian Sharm el-Sheikh, dan apa yang kita lihat di Gaza tidak lain adalah bencana," katanya. "Pembunuhan terus berlanjut, korban luka terus bertambah, dan bantuan kemanusiaan masih jauh dari yang dibutuhkan."
Ia menggambarkan kondisi hidup yang sangat berat, dengan warga Palestina yang mengungsi harus tinggal di tenda-tenda yang rentan terhadap banjir dan kondisi tidak higienis.
"Warga hidup di tenda-tenda yang terendam air," ujarnya, seraya menambahkan bahwa laporan dari berbagai organisasi internasional menunjukkan bahwa warga hidup di tengah puing-puing dan sampah, sementara pasokan makanan terkontaminasi oleh hewan pengerat.
Aghabekian juga mempertanyakan lambatnya respons kemanusiaan internasional.
"Kapan upaya bantuan darurat akan dimulai di Gaza? Kapan bantuan kemanusiaan akan masuk, dan kapan kita akan melihat kebutuhan dasar seperti layanan kesehatan, pendidikan, dan air dapat disalurkan?" katanya.
Ia menyatakan bahwa kondisi saat ini merupakan hasil dari bertahun-tahun serangan Israel.