Pangandaranku -
Pangandaranku.CO.ID, TEHERAN-Mohammad Marandi, anggota delegasi Iran yang ikut serta dalam negosiasi dengan Amerika Serikat, mengatakan J D Vance, Wakil Presiden AS, secara terus-menerus memberi tahu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai perkembangan negosiasi. Marandi menjelaskan, dalam wawancara melalui platform YouTube pada Kamis (16/4/2026) dilansir Aljazeera, bahwa pemberitahuan Vance kepada Netanyahu mengenai jalannya negosiasi secara langsung merupakan hal yang mengerikan. Baca Juga Penulis AS: Menteri Perang Hegseth Berkeyakinan Setiap Rudal ke Musuh Persembahan untuk Tuhan Penulis Ungkap Kondisi Sebenarnya Trump yang Panik di Balik Layar Bukan Zamzam, Inilah Air Paling Utama yang Pernah Ada di Muka Bumi Menurut Ulama "Sejarah umat manusia belum pernah menyaksikan ketundukan seperti ini," kata dia dilansir Aljazeera, Kamis. Dia menunjukkan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, yang memimpin delegasi Iran dalam negosiasi yang diselenggarakan di Pakistan, tetap berkomunikasi dengan Pemimpin Tertinggi baru, Mojtaba Khamenei, selama negosiasi berlangsung. Sementara Vance melakukan panggilan telepon dengan Gedung Putih dan pihak-pihak lain. Marandi menggambarkan Israel sebagai koloni yang mengendalikan Amerika Serikat dan menganggap bahwa pemberitahuan Vance kepada Netanyahu mengenai detail negosiasi merupakan penghinaan bagi rakyat Amerika. Dia menambahkan dalam wawancara tersebut bahwa Netanyahu dan pihak lain "secara praktis menggagalkan kesepakatan yang menguntungkan Amerika Serikat", sambil memperingatkan bahwa penutupan Selat Hormuz dapat menyebabkan keruntuhan ekonomi global dalam waktu dekat. Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Pangandaranku Online (@Pangandarankuonline) sumber : Pangandaranku
Pangandaranku.CO.ID, TEHERAN-Mohammad Marandi, anggota delegasi Iran yang ikut serta dalam negosiasi dengan Amerika Serikat, mengatakan J D Vance, Wakil Presiden AS, secara terus-menerus memberi tahu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai perkembangan negosiasi.
Marandi menjelaskan, dalam wawancara melalui platform YouTube pada Kamis (16/4/2026) dilansir Aljazeera, bahwa pemberitahuan Vance kepada Netanyahu mengenai jalannya negosiasi secara langsung merupakan hal yang mengerikan. Baca Juga Penulis AS: Menteri Perang Hegseth Berkeyakinan Setiap Rudal ke Musuh Persembahan untuk Tuhan Penulis Ungkap Kondisi Sebenarnya Trump yang Panik di Balik Layar Bukan Zamzam, Inilah Air Paling Utama yang Pernah Ada di Muka Bumi Menurut Ulama "Sejarah umat manusia belum pernah menyaksikan ketundukan seperti ini," kata dia dilansir Aljazeera, Kamis. Dia menunjukkan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, yang memimpin delegasi Iran dalam negosiasi yang diselenggarakan di Pakistan, tetap berkomunikasi dengan Pemimpin Tertinggi baru, Mojtaba Khamenei, selama negosiasi berlangsung. Sementara Vance melakukan panggilan telepon dengan Gedung Putih dan pihak-pihak lain. Marandi menggambarkan Israel sebagai koloni yang mengendalikan Amerika Serikat dan menganggap bahwa pemberitahuan Vance kepada Netanyahu mengenai detail negosiasi merupakan penghinaan bagi rakyat Amerika. Dia menambahkan dalam wawancara tersebut bahwa Netanyahu dan pihak lain "secara praktis menggagalkan kesepakatan yang menguntungkan Amerika Serikat", sambil memperingatkan bahwa penutupan Selat Hormuz dapat menyebabkan keruntuhan ekonomi global dalam waktu dekat. Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Pangandaranku Online (@Pangandarankuonline) sumber : Pangandaranku
Marandi menjelaskan, dalam wawancara melalui platform YouTube pada Kamis (16/4/2026) dilansir Aljazeera, bahwa pemberitahuan Vance kepada Netanyahu mengenai jalannya negosiasi secara langsung merupakan hal yang mengerikan.
"Sejarah umat manusia belum pernah menyaksikan ketundukan seperti ini," kata dia dilansir Aljazeera, Kamis. Dia menunjukkan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, yang memimpin delegasi Iran dalam negosiasi yang diselenggarakan di Pakistan, tetap berkomunikasi dengan Pemimpin Tertinggi baru, Mojtaba Khamenei, selama negosiasi berlangsung. Sementara Vance melakukan panggilan telepon dengan Gedung Putih dan pihak-pihak lain. Marandi menggambarkan Israel sebagai koloni yang mengendalikan Amerika Serikat dan menganggap bahwa pemberitahuan Vance kepada Netanyahu mengenai detail negosiasi merupakan penghinaan bagi rakyat Amerika. Dia menambahkan dalam wawancara tersebut bahwa Netanyahu dan pihak lain "secara praktis menggagalkan kesepakatan yang menguntungkan Amerika Serikat", sambil memperingatkan bahwa penutupan Selat Hormuz dapat menyebabkan keruntuhan ekonomi global dalam waktu dekat. Lihat postingan ini di Instagram Sebuah kiriman dibagikan oleh Pangandaranku Online (@Pangandarankuonline) sumber : Pangandaranku
"Sejarah umat manusia belum pernah menyaksikan ketundukan seperti ini," kata dia dilansir Aljazeera, Kamis.