Pangandaran | Trip Wisata Premium Pangandaranku
Kembali

PANTAU HARGA PANGAN DI PASAR CIAWITALI, BUPATI GARUT: MINYAKITA HILANG, BERAS SEDIKIT

12 April 2026
PANTAU HARGA PANGAN DI PASAR CIAWITALI, BUPATI GARUT: MINYAKITA HILANG, BERAS SEDIKIT
JAWA BARAT

PANGANDARANKU — REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Bupati Garut, Rudy Gunawan, melakukan pemantauan harga bahan pokok di Pasar Guntur Ciawitali di Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (13/02/2023). Menurut dia, terdapat beberapa persoalan mengenai komoditas pangan. Ia mengatakan, salah satu komoditas yang mengalami kenaikan adalah minyak goreng. Menurut dia, stok minyak masih aman, tapi harganya, khususnya minyak goreng kemasan, naik sekitar Rp 1.000 per liter. "Minyakita-nya hilang, tidak ada di pasar ini. Yang ada adalah minyak dari merek lain yang harganya mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 16 ribu per liter," kata dia melalui siaran pers, Senin (13/2/2023). Sebelumnya, Kepala Bulog Cabang Ciamis, Safaruddin, mengatakan, pihaknya juga masih kesulitan mendapatkan Minyakita. Alhasil, dalam operasi pasar yang digelar di Kabupaten Ciamis, harga minyak goreng kemasan dijual dengan harga Rp 17.500 per liter, ln merupakan minyak kemasan premium. Menurut dia, pihaknya seharunya bisa menjual minyak goreng kemasan dengan harga Rp 14 ribu per liter dalam operasi pasar murah, apabila merek Minyakita tersedia. Namun, kenyataannya Minyakita masih sulit ditemukan. "Kami sudah terus berupaya untuk mencari Minyakita, tapi hingga kini belum dapat pasokan. Dari awal bulan lalu kami sudah kesulitan mendapatkan Minyakita. Biasanya mah ada terus," ujar Safaruddin. Stok Beras Sedikit Rudy menambahkan, berdasarkan hasil pemantauannya di Pasar Guntur Ciawitali, stok beras di Kabupaten Garut saat ini cenderung sedikit. Alhasil, terjadi kenaikan harga komoditas tersebut, meski kenaikan harganya tak terlalu signifikan.  “Harga ada kenaikan sedikit lah, tidak signifikan. Hanya Rp 200 atau Rp 300," kata dia. Kendati demikian, ia meyakini harga dan pasokan beras akan segera kembali stabil. Pasalnya, dalam beberapa pekan ke depan Kabupaten Garut akan panen raya beras. "Kabupaten Garut akan panen raya di beberapa daerah, seperti daerah Bungbulang, Panawuan (Tarogong Kidul) dan di daerah Cikelet," ujar Rudy.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Bupati Garut, Rudy Gunawan, melakukan pemantauan harga bahan pokok di Pasar Guntur Ciawitali di Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (13/02/2023). Menurut dia, terdapat beberapa persoalan mengenai komoditas pangan.

Ia mengatakan, salah satu komoditas yang mengalami kenaikan adalah minyak goreng. Menurut dia, stok minyak masih aman, tapi harganya, khususnya minyak goreng kemasan, naik sekitar Rp 1.000 per liter. "Minyakita-nya hilang, tidak ada di pasar ini. Yang ada adalah minyak dari merek lain yang harganya mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 16 ribu per liter," kata dia melalui siaran pers, Senin (13/2/2023). Sebelumnya, Kepala Bulog Cabang Ciamis, Safaruddin, mengatakan, pihaknya juga masih kesulitan mendapatkan Minyakita. Alhasil, dalam operasi pasar yang digelar di Kabupaten Ciamis, harga minyak goreng kemasan dijual dengan harga Rp 17.500 per liter, ln merupakan minyak kemasan premium. Menurut dia, pihaknya seharunya bisa menjual minyak goreng kemasan dengan harga Rp 14 ribu per liter dalam operasi pasar murah, apabila merek Minyakita tersedia. Namun, kenyataannya Minyakita masih sulit ditemukan. "Kami sudah terus berupaya untuk mencari Minyakita, tapi hingga kini belum dapat pasokan. Dari awal bulan lalu kami sudah kesulitan mendapatkan Minyakita. Biasanya mah ada terus," ujar Safaruddin. Stok Beras Sedikit Rudy menambahkan, berdasarkan hasil pemantauannya di Pasar Guntur Ciawitali, stok beras di Kabupaten Garut saat ini cenderung sedikit. Alhasil, terjadi kenaikan harga komoditas tersebut, meski kenaikan harganya tak terlalu signifikan.  “Harga ada kenaikan sedikit lah, tidak signifikan. Hanya Rp 200 atau Rp 300," kata dia. Kendati demikian, ia meyakini harga dan pasokan beras akan segera kembali stabil. Pasalnya, dalam beberapa pekan ke depan Kabupaten Garut akan panen raya beras. "Kabupaten Garut akan panen raya di beberapa daerah, seperti daerah Bungbulang, Panawuan (Tarogong Kidul) dan di daerah Cikelet," ujar Rudy.

Ia mengatakan, salah satu komoditas yang mengalami kenaikan adalah minyak goreng. Menurut dia, stok minyak masih aman, tapi harganya, khususnya minyak goreng kemasan, naik sekitar Rp 1.000 per liter.

"Minyakita-nya hilang, tidak ada di pasar ini. Yang ada adalah minyak dari merek lain yang harganya mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 16 ribu per liter," kata dia melalui siaran pers, Senin (13/2/2023). Sebelumnya, Kepala Bulog Cabang Ciamis, Safaruddin, mengatakan, pihaknya juga masih kesulitan mendapatkan Minyakita. Alhasil, dalam operasi pasar yang digelar di Kabupaten Ciamis, harga minyak goreng kemasan dijual dengan harga Rp 17.500 per liter, ln merupakan minyak kemasan premium. Menurut dia, pihaknya seharunya bisa menjual minyak goreng kemasan dengan harga Rp 14 ribu per liter dalam operasi pasar murah, apabila merek Minyakita tersedia. Namun, kenyataannya Minyakita masih sulit ditemukan. "Kami sudah terus berupaya untuk mencari Minyakita, tapi hingga kini belum dapat pasokan. Dari awal bulan lalu kami sudah kesulitan mendapatkan Minyakita. Biasanya mah ada terus," ujar Safaruddin. Stok Beras Sedikit Rudy menambahkan, berdasarkan hasil pemantauannya di Pasar Guntur Ciawitali, stok beras di Kabupaten Garut saat ini cenderung sedikit. Alhasil, terjadi kenaikan harga komoditas tersebut, meski kenaikan harganya tak terlalu signifikan.  “Harga ada kenaikan sedikit lah, tidak signifikan. Hanya Rp 200 atau Rp 300," kata dia. Kendati demikian, ia meyakini harga dan pasokan beras akan segera kembali stabil. Pasalnya, dalam beberapa pekan ke depan Kabupaten Garut akan panen raya beras. "Kabupaten Garut akan panen raya di beberapa daerah, seperti daerah Bungbulang, Panawuan (Tarogong Kidul) dan di daerah Cikelet," ujar Rudy.

"Minyakita-nya hilang, tidak ada di pasar ini. Yang ada adalah minyak dari merek lain yang harganya mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 16 ribu per liter," kata dia melalui siaran pers, Senin (13/2/2023).

Sebelumnya, Kepala Bulog Cabang Ciamis, Safaruddin, mengatakan, pihaknya juga masih kesulitan mendapatkan Minyakita. Alhasil, dalam operasi pasar yang digelar di Kabupaten Ciamis, harga minyak goreng kemasan dijual dengan harga Rp 17.500 per liter, ln merupakan minyak kemasan premium. Menurut dia, pihaknya seharunya bisa menjual minyak goreng kemasan dengan harga Rp 14 ribu per liter dalam operasi pasar murah, apabila merek Minyakita tersedia. Namun, kenyataannya Minyakita masih sulit ditemukan. "Kami sudah terus berupaya untuk mencari Minyakita, tapi hingga kini belum dapat pasokan. Dari awal bulan lalu kami sudah kesulitan mendapatkan Minyakita. Biasanya mah ada terus," ujar Safaruddin. Stok Beras Sedikit Rudy menambahkan, berdasarkan hasil pemantauannya di Pasar Guntur Ciawitali, stok beras di Kabupaten Garut saat ini cenderung sedikit. Alhasil, terjadi kenaikan harga komoditas tersebut, meski kenaikan harganya tak terlalu signifikan.  “Harga ada kenaikan sedikit lah, tidak signifikan. Hanya Rp 200 atau Rp 300," kata dia. Kendati demikian, ia meyakini harga dan pasokan beras akan segera kembali stabil. Pasalnya, dalam beberapa pekan ke depan Kabupaten Garut akan panen raya beras. "Kabupaten Garut akan panen raya di beberapa daerah, seperti daerah Bungbulang, Panawuan (Tarogong Kidul) dan di daerah Cikelet," ujar Rudy.

Sebelumnya, Kepala Bulog Cabang Ciamis, Safaruddin, mengatakan, pihaknya juga masih kesulitan mendapatkan Minyakita. Alhasil, dalam operasi pasar yang digelar di Kabupaten Ciamis, harga minyak goreng kemasan dijual dengan harga Rp 17.500 per liter, ln merupakan minyak kemasan premium.

Menurut dia, pihaknya seharunya bisa menjual minyak goreng kemasan dengan harga Rp 14 ribu per liter dalam operasi pasar murah, apabila merek Minyakita tersedia. Namun, kenyataannya Minyakita masih sulit ditemukan. "Kami sudah terus berupaya untuk mencari Minyakita, tapi hingga kini belum dapat pasokan. Dari awal bulan lalu kami sudah kesulitan mendapatkan Minyakita. Biasanya mah ada terus," ujar Safaruddin. Stok Beras Sedikit Rudy menambahkan, berdasarkan hasil pemantauannya di Pasar Guntur Ciawitali, stok beras di Kabupaten Garut saat ini cenderung sedikit. Alhasil, terjadi kenaikan harga komoditas tersebut, meski kenaikan harganya tak terlalu signifikan.  “Harga ada kenaikan sedikit lah, tidak signifikan. Hanya Rp 200 atau Rp 300," kata dia. Kendati demikian, ia meyakini harga dan pasokan beras akan segera kembali stabil. Pasalnya, dalam beberapa pekan ke depan Kabupaten Garut akan panen raya beras. "Kabupaten Garut akan panen raya di beberapa daerah, seperti daerah Bungbulang, Panawuan (Tarogong Kidul) dan di daerah Cikelet," ujar Rudy.

Menurut dia, pihaknya seharunya bisa menjual minyak goreng kemasan dengan harga Rp 14 ribu per liter dalam operasi pasar murah, apabila merek Minyakita tersedia. Namun, kenyataannya Minyakita masih sulit ditemukan.

Limited Offers

Rencanakan Liburan
Ke Pangandaran?

Nikmati pengalaman seru dengan paket wisata pilihan, mulai dari body rafting, sewa perahu, hingga penginapan eksklusif.

Baca Juga

JAWA BARAT

BANJIR RENDAM BANDUNG TIMUR, SEJUMLAH JALAN DI RANCAEKEK--MAJALAYA TERGENANG

PANGANDARAN

INI TIPS JALANI PUASA DARI RSUD PANDEGA PANGANDARAN

PANGANDARAN

PERLU IMUNISASI! DIREKTUR RSUD PANDEGA PANGANDARAN INGATKAN BAHAYA CAMPAK

WISATA

WISATAWAN MENINGKAT, SAMPAH DI PANGANDARAN BERLIPAT GANDA DI MASA LIBUR LEBARAN